Laman

Minggu

SOD antioksidan super penangkal radikal bebas

antioksidan
Sel yang diambil elektronnya

 

SOD antioksidan alami untuk anti aging


Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung dan kanker. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan

APA ITU SOD ?

Super Oxide Dismutase (SOD) merupakan antioksidan alami berupa enzim, yang berasal dari tubuh sendiri, berefek sangat kuat dan merupakan pertahanan tubuh pertama dalam menghadapi serangan radikal bebas. SOD berbeda dengan suplemen antioksidan lainnya karena SOD bekerja memperkuat sistem internal untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan pertahanan tubuh alami. Semakin tinggi kadar SOD di dalam tubuh semakin optimal pertahanan tubuh terhadap radikal bebas di seluruh sel dan organ tubuh. SOD merupakan enzim antioksidan alami yang paling kuat dan memiliki beberapa peranan yang penting

  • Mengubah radikal bebas paling reaktif dan paling berbahaya, yaitu superoksida menjadi ion-ion yang tidak reaktif lagi.
  • Memberikan sinyal kepada sel lain agar lebih banyak menghasilkan SOD.
  • Mengaktifkan dan menggerakan seluruh kekuatan sistem pertahanan antioksidan, termasuk antioksidan sekunder.

Jika diumpamakan SOD ini sebagai pemadam kebakaran yang bertugas 24 jam di garis terdepan dan akan segera beraksi memadamkan serangan radikal bebas. Tetapi kadar SOD akan menurun seiring bertambahnya usia. Suplemen SOD apabila langsung dimakan atau ditambahkan pada makanan akan segera dicerna dan akan rusak oleh asam lambung. Namun sekarang dengan teknologi terkini, SOD sudah dapat dikonsumsi tanpa dirusak oleh asam lambung. Sehingga suplementasi SOD dapat digunakan untuk meningkatkan antioksidan alami tubuh manusia dalam mencegah terjadinya kerusakan sel akibat radikal bebas.

Tipe anti oksidan : 

Antioksidan primer

Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Antioksidan sekunder

Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier

Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.

Dengan antioksidan mampu melawan banyak penyakit yang timbul akibat rusaknya sel. Untuk membantu SOD dalam tubuh diperlukan bantuan SOD dari luar. OCTO STEM 35 mengandung SOD alami dan juga bahan utama lain seperti buah, sayuran, vitamin dan juga bahan lain yang sangat penting untuk regenerasi sel. Dengan sel yang sehat maka segala penyakit bisa diatasi dan juga menunda penuaan dini.

Sabtu

Cara mudah mencegah kanker serviks sebelum terlambat

Cara mencegah kanker serviks

Cara mencegah kanker serviks sedini mungkin




Cara mencegah kanker serviks . Kanker serviks termasuk ke dalam kategori kanker ganas yang mematikan, tapi bukan berarti semua penderita kanker serviks akan mengalami kematian. Banyak pengobatan yang bisa dijalani, tetapi sebelumnya harus diketahui secara pasti penyebab terjadinya serta gejala yang ditimbulkan oleh kanker serviks dengan melakukan pemeriksaan yang membuahkan diagnosis dokter
HPV (human papilloma virus) lebih para daripada HIV, karena banyak nyawa yang melayang sia-sia dalam hitungan jam akibat virus ini. Yang menjadi permasalahan, tingkat pengetahuan dan kewaspadaan kebanyakan wanita akan virus ini sangat rendah. Dr. Brahmana, Sp. OG. Onk (K) dari UNAIR menuturkan, rendahnya perhatian publik akan HPV sudah banyak memakan korban sia-sia.
Dalam hitungan jam virus ini berhasil merenggut nyawa. Di Indonesia sendiri, sesuai data yang ada 40 wanita setiap hari terjangkit kanker serviks, 20 diantaranya meninggal dunia. Sementara angka survey dunia terhadap penyakit ini menunjukkan setiap dua menit sekali wanita yang terdiagnosa kanker serviks meninggal dunia, tentu kabar buruk yang sangat mengkhawatirkan.

 

Beberapa cara mencegah kanker serviks sejak dini :

 

1. Melakukan tes papsmear secara berkala

Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang risiko Anda terjangkit kanker serviks seberapa besar. Dengan melakukan tes papsmear secara rutin (setahun biasanya tiga kali), maka upaya pencegahan lain yang hendak dilakukan secepat mungkin bisa diketahui lebih awal.

 

2. Vaksin HVP

Memvaksinasi tubuh sangat baik dilakukan untuk mencegah datangnya infeksi. Anda bisa kunjungi dokter untuk meminta vaksin HPV, serta tanyakan pula pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang menjadi ancaman besar bagi wanita ini. 

 

3. Jauhi rokok  

Ini peringatan paling penting buat wanita perokok.  Selain mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim). Nikotin akan  mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga serviks.  Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus ambil risiko, lebih baik tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker. 

 

4. Kurangi pencucian vagina 

Melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik. Kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran. Cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks. Nah, iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker. Sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tidak dilakukan secara rutin. Kecuali bila ada indikasi infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat kimia.Itu pun seharusnya atas saran dokter. Artinya, kita jangan sembarangan membeli obat-obatan pencuci vagina. Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk mempertahankan pH vagina. Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini, kan, malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain.  

 

5. Tidak menaburi talk 

Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita menaburkan talk di sekitarnya ternyata itu bahaya. Pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur). Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Padahal bisa dipastikan saat ovulasi terjadi luka di ovarium. apa bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut. Akibatnya, kan, bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi kanker. Karena itu sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina. Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk kedalam. Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker. (Hati-hati, perhatikan sejak dini anak/bayi perempuan kita, jangan sampai alat kelaminnya tertaburi talk) 

 

6. Diet rendah lemak

Penting diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim). Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker.  Untuk mencegah timbulnya kanker endometrium, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Makanlah makanan yang sehat dan segar. Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk 

 

7. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asal folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. Beta karoten vi tamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Nah, jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan sel-sel mukosa tadi menjadi kanker. Beta karoten banyak terdapat dalam wortel, vitamin C terdapat dalam buah-buahan berwarna oranye, sedangkan asam folat terdapat dalam makanan hasil laut. Didalam buah dan sayuran juga terdapat zat anti kanker.

 

8. Jangan berhubungan sex terlalu dini

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa  yang terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Jadi, seorang wanita yang menjalin hubungan seks pada usia remaja paling rawan bila dilakukan di bawah usia 16 tahun. 
Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks si wanita. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Sifat sel akan selalu berubah setiap saat, mati dan tumbuh lagi. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati, sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker. 

 

9. Setia pada pasangan 

Bisa juga kanker serviks muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. Bila berhubungan seks hanya dengan pasangannya, dan pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan kanker serviks. Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. Nah, bila terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker. 
  
Dengan mengetahui cara mencegah kanker serviks, maka penanggulanganya dapat dilakukan dengan baik dan sedini mungkin. Sehingga resiko yang lebih besar dapat dihindari

Jumat

Penyebab kanker serviks / kanker rahim yang tersembunyi

Penyebab kanker serviks

 Faktor penyebab kanker serviks yang berbahaya


Penyebab kanker serviks adalah  virus yang dikenal dengan Human papilloma Virus (HPV). Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Kanker serviks ini dapat hadir dengan pendarahan Mrs. V, tetapi gejala kanker serviks ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih.

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.


Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Serviks


Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain:

§  Aktivitas seksual terlalu dini

 Melakukan hubungan seksual pada umur terlalu dini akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.  (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks).

§  Berganti-ganti pasangan seksual

Perempuan yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko tinggi untuk menderita kanker serviks. Selain itu perempuan yang berhubungan seksual dengan seorang laki-laki yang mempunyai banyak pasangan seksual juga beresiko tinggi untuk menderita kanker serviks. Artinya perempuan ini mempunyai resiko lebih tinggi dari rata-rata orang yang bisa terinfeksi HPV.

§  Merokok

Wanita yang merokok berisiko dua kali lipat. Ini mungkin disebabkan oleh zat-zat beracun dalam rokok tersebut, berbahaya  Zat-zat racun tersebut memang kebanyakan menyerang organ pernafasan seperti Paru-paru tapi zat-zat berbahaya ini juga bisa sampai ke serviks atau mulut rahim bila dibawa oleh aliran darah.

§  Kebersihan kelamin

Selain itu menjaga kebersihan alat kelamin merupakan hal yang sangat mutlak bagi seorang wanita. Bakteri apapun bisa merugikan kesehatan wanita dan mampu meningkatkan resiko terkena kanker serviks. Cara mudah untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan adalah dengan rutin mengganti celana dalam, minimal dua kali sehari.

§  Diet yang salah

Selain itu, diet juga merupakan salah satu yang bisa menyebabkan seorang wanita beresiko tinggi terkena kanker khususnya kanker serviks. Diet yang salah adalah diet yang tidak memperhatikan gizi, kurang konsumsi buah dan sayur yang dipercaya memiliki zat anti kanker yang sangat bagus bagi tubuh.

§  Sistem kekebalan tubuh yang lemah

 Kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV / AIDS

§  Melahirkan anak

Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko makin tinggi. Wanita yang punya tiga anak tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.

§  Minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun

Mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks. Meski hal ini masih belum jelas alasannya.