Apa saja komplikasi diabetes melitus
Komplikasi dibetes melitus sangat besar tejadi pada tubuh manusia. Dampak diabetes dan
tingginya gula darah pada organ tubuh. Kisaran normal untuk tingkat gula darah
adalah kurang dari 100 mg/dl pada saat sebelum makan dan kurang dari 140 mg/dl
setelah makan 2 jam. Dampak yang terjadi pada diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada
tubuh manusia sangat mirip, karena kedua kondisi ini meningkatkan gula darah
atau menyebabkan hiperglikemia.
Dalam jangka panjang tingkat kadar
gula darah tinggi secara konsisten dapat berpengaruh buruk pada seluruh organ
tubuh. Kelebihan gula dalam darah membuat sel-sel darah merah menjadi kaku dan
dapat merusak sirkulasi darah. Hal ini juga dapat menyebabkan pengendapan lemak
di dalam darah.
Komplikasi diabetes melitus pada organ manusia :
Komplikasi diabetes melitus pada jantung
Diabetes melitus secara signifikan
dapat meningkatkan resiko penyakit arteri koroner, penyakit jantung dan
penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang. Kondisi seperti ini dapat
menyebabkan pengendapan bahan lemak dalam dinding pembuluh darah. Hal ini dapat
menyumbat pembuluh darah, membuatnya mengeras dan kaku. Kondisi ini pada
akhirnya dapat mengganggu kelancaran sirkulasi darah melalui pembuluh darah.
Ini dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, aterosklerosis,
penyakit arteri koroner, penyakit pembuluh darah otak, serangan jantung dan
stroke.
Komplikasi diabetes melitus pada saraf
Kerusakan saraf merupakan salah satu
komplikasi yang paling umum yang terkait dengan diabetes. Kerusakan saraf ini
lebih dikenal dengan neuropati diabetik. Kelebihan tingkat gula dalam darah
dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok darah ke saraf.
Saraf tangan dan kaki sangat rentan
terhadap kondisi ini. Hal ini dapat mempengaruhi semua saraf perifer serta
sistem saraf otonom. Neuropati diabetik dapat mengakibatkan beberapa gejala
seperti :
kesemutan dan mati rasa tangan dan
kaki, mual, muntah, diare, masalah kencing, konstipasi dan disfungsi seksual.
Komplikasi diabetes melitus pada kulit dan tulang
Orang yang menderita penyakit
diabetes mudah untuk menderita penyakit kulit seperti infeksi jamur dan
bakteri, bersama dengan masalah tulang seperti osteoporosis. seperti yang telah
disebutkan diatas, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dan
pembuluh darah. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan beberapa masalah pada
kaki seperti mati rasa dan juga luka ringan pada kaki seperti lecet dapat
menjadi hal yang serius. Karena pasokan oksigen dari darah kekaki dapat
terganggu.
Komplikasi diabetes melitus pada mata
Pembuluh darah dalam retina dapat
mengalami kerusakan jika tingkat gula darah tetap tinggi secara konsisten dalam
jangka waktu yang panjang. Kapiler kecil yang terdapat diretina menjadi melemah
dan membengkak sedemikian rupa. Meskipun pembuluh darah baru berkembang
kebanyakan mengalami cacat. Hal ini dapat menyebabkan retinopati diabetes,
salah satu dari banyak komplikasi yang terkait dengan diabetes yang tidak
terkontrol. Diabetes juga dapat menyebabkan pembengkakan lensa yang dapat
mempengaruhi pengelihatan. Hiperglikemia juga dapat menyebabkan pengelihatan
kabur, glaukoma, meningkatkan resiko terkena katarak dan bahkan kebutaan.
Komplikasi diabetes melitus pada ginjal
Tingkat gula darah yang tinggi juga
dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan menyebabkan nefropati diabetes.
Pada nefropati, pembuluh darah kecil
pada ginjal mengalami kerusakan. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal
menyaring lebih banyak darah dan beban kerja tambahan ini pada akhirnya dapat menguras
kemampuan ginjal untuk menyaring dsara.
Hiperglikemia juga dapat
mengakibatkan kadar bahan kimia tertentu diginjal meningkat. Bahan kimia ini
dapat membuat filter kecil tau ginjal bocor. Hal ini menyebabkan penderita
mulai kehilangan protein dalam urine. Pada akhirnya ginjal tidak mampu untuk
menyaring produk limbah dengan efektif dan menyebabkan gagal ginjal.
Komplikasi diabetes melitus pada tubuh sangat serius jika tidak segera ditanggulangi sedini mungkin. Ketahui gejala diabetes melitus pada tubuh sebelum terlambat dan pengobatan yang tepat dapat mengurangi resiko terkena penyakit diabetes.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar